Pasukan terjun payung AS mendarat di Korea Selatan 1950. Foto: Pinterest

Pada tanggal 25 Juni 1950, Perang Korea berawal ketika sekitar 75.000 tentara dari Tentara Rakyat Korea Utara menduduki wilayah di 38 derajat Lintang Utara, batas antara wilayah pendudukan Uni Soviet Soviet yang mendukung Republik Demokratik Korea di utara dan Barat yang mendukung Republik Korea di Selatan.

Angkatan bersenjata komunis Korea Utara berusaha menduduki Korea Selatan untuk mempersatuakan Semenanjung Korea. Dalih dari mempersatukan tersebut merupakan kesatuan dibawah kekuasaan Pemerintahan Komunis Kim Il Sung.

Amerika Serikat kemudian bertindak cepat dibawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa membantu pertahanan Korea Selatan yang akan terlibat peperangan dengan Korea Utara. Peperangan ini akan berlangsung hingga tiga tahun ke depan sejak 25 Juni 1950.

Semenanjung Korea merupakan bekas pendudukan Jepang selama Perang Asia Pasifik. Setelah Jepang menyerah, Semenanjung Korea kemudian dibagi menjadi zona pendudukan oleh Sekutu. Pasukan AS menerima penyerahan pasukan Jepang di Korea bagian selatan, sementara pasukan Soviet melakukan hal yang sama di Korea bagian utara, seperti halnya di Jerman. Soviet kemudian membantu dalam pembentukan rezim komunis di Korea Utara, sementara Amerika Serikat menjadi sumber utama dukungan keuangan dan militer untuk pembentukan Korea Selatan.

Pada tanggal 25 Juni 1950, pasukan Korea Utara mengejutkan para tentara Korea Selatan dan kekuatan kecil AS yang ditempatkan di negara itu. Pasukan Korea Utara dengan cepat bergerak menuju ibu kota Seoul. Amerika Serikat menanggapi dengan mendorong resolusi melalui Dewan Keamanan PBB.

Dorongan Amerika terhadap PBB untuk menyerukan bantuan militer ke Korea Selatan berlanjut. Dengan terbitnya resolusi Dewan Keamanan PBB no.83, Presiden Harry S. Truman dengan cepat mengirim Angkatan Darat, Laut, dan Udara untuk terlibat dalam Perang Korea sebagai “tindakan polisionil.”

Uni Soviet sendiri tidak hadir untuk memveto tindakan Dewan Keamanan pada waktu itu.

Tindakan ini, bagaimanapun, mendorong intervensi besar-besaran pasukan komunis Cina pada akhir 1950. Perang di Korea kemudian berakhir “mandek” menjadi kebuntuan berdarah.

Pada tanggal 20 Agustus 1950, Perdana Menteri Cina, Zhou Enlai menginformasikan kepada PBB mengenai resolusi yang diterbitkan Dewan Keamanan PBB.

“Korea adalah tetangga Cina, Rakyat Cina mau tidak mau khawatir tentang resolusi terhadap Korea. Dengan demikian, Cina memperingatkan bahwa dalam menjaga keamanan nasional Cina, mereka akan melakukan intervensi terhadap Komando PBB di Korea. ”

Presiden Truman menafsirkan komunikasi tersebut sebagai “upaya untuk memeras PBB.”

Pada tahun 1953, Amerika Serikat dan Korea Utara menandatangani gencatan senjata yang mengakhiri sementara konflik. Perjanjian gencatan senjata dimulai tanggal 10 Juli 1951 di Kaesong.

Perjanjian ini menghasilkan “Zona Demiliterisasi Korea” yang mengakibatkan pembagian lanjutan dari Korea Utara dan Selatan di hampir titik geografis yang sama seperti sebelum konflik.

Perang Korea adalah yang perang pertama “terpanas” dalam Perang Dingin. Lebih dari 55.000 tentara Amerika tewas dalam konflik tersebut. Korea adalah yang pertama “perang terbatas,” di mana tujuan AS tidak untuk mengalahkan musuh, melainkan “sebatas” tujuan melindungi Korea Selatan.

Bagi pemerintah AS, pendekatan seperti itu adalah satu-satunya pilihan yang rasional untuk menghindari Perang Dunia III. Perang Korea sendiri tidak pernah benar-benar mendapat dukungan rakyat AS. ***

Dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here