AMBON, Kabarmiliter.id – Situasi kamtibmas di Kota Ambon pasca konflik horizontal beberapa tahun lalu dari hari ke hari makin membaik. Kesadaran masyarakat makin tinggi untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan di kota bertajuk MANISE ini.

Salah satu buktinya adalah kesadaran warga dengan sukarela menyerahkan senjata api rakitan (Senpira) peninggalan konflik ke personil Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) SSK IV Yonif 734/SNS di kawasan Ahuru Kota Ambon.

Komandan SSK IV Yonif 734/SNS Lettu Inf Majo S Sangadji mengatakan ditemukannya satu pucuk Senpira laras panjang ini adalah hasil penggalangan yang dilakukan personilnya serta adanya kesadaran baik dari warga untuk menyerahkan senpira ini.

“Memang hari Senin lalu, anggota kita yang bertugas di Pos Ahuru Kecamatan Sirimau berhasil melaksanakan tugas pembinaan teritorial ke masyarakat sekitar. Hasilnya, satu pucuk senpi rakitan berhasil kita dapat. Senpi ini diserahkan ke anggota kita atas kesadaran baik dari warga yang menyimpannya selama ini,” ungkap Sangadji kepada wartawan Kamis (15/8) di Pos Komando Kompi SSK IV kawasan Waringin, Kelurahan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe.

Ia jelaskan senpi rakitan ini menggunakan munisi kaliber 5,56 mm yang merupakan munisi standar untuk senapan ringan jenis SS-1, M-16 maupun sejenisnya.

Sangadji yang sehari-harinya menjabat Komandan Kompi Bantuan (Danki Ban) Yonif 734/SNS ini beberkan awal penemuan senpi rakitan ini saat Minggu (11/8) Praka Yefito Feriel Muskitta, anggota Pos 2 Ahuru atas, diperintah Komandan Pos 2 Ahuru Atas Sertu Ismail Sangaji untuk beranjangsana dan bersilahturahmi dengan warga di dusun Ahuru desa Batu Merah kecamatan Sirimau Kota Ambon. Apalagi hari itu bertepatan Hari Raya Idhul Adha 1440 H bagi umat Muslim dan mayoritas warga dusun Ahuru desa Batu Merah.

Praka Muskitta kemudian bersilahturahmi di rumah Bapak Yusuf (56) warga dusun Ahuru. Saat itu, anggota TNI ini terlibat perbincangan hangat dengan bapak Yusuf. Perbincangan mereka kemudian mengarah seputar peristiwa konflik sosial yang terjadi tahun 1999 lalu.

Kemudian Bapak Yusuf menceritakan tentang permasalah terjadinya kerusuhan di Ambon pada Tahun 1999 dan pada saat itu banyak masyarakat kota Ambon yang memiliki senjata api.

Setelah itu Bapak Yusuf memberikan informasi kepada Praka Muskitta bahwa ada salah seorang warga dusun Ahuru masih menyimpan senjata api sisa kerusuhan pada Tahun 1999.

Keesokan harinya (Senin-red), Praka Muskitta bersilaturahmi ke rumah warga yang diduga menyimpan senjata rakitan. Ia kemudian menyampaikan tentang larangan kepemilikan senjata api bagi warga sipil secara ilegal. Ia katakan apabila terdapat masyarakat sipil memiliki senjata api akan diberikan tindak pidana.

“Mendengar hal itu Bapak X menuju kamarnya kemudian mengeluarkan satu pucuk senjata api laras panjang jenis rakitan kemudian dengan sukarela memberikan kepada anggota kita,” terang Sangadji.

Pada kesempatan itu, perwira TNI-AD dengan pangkat dua balak di pundak ini menghimbau kepada masyarakat Kota Ambon yang masih memiliki atau menyimpan senjata api baik standart maupun rakitan agar dengan penuh kesadaran menyerahkan benda berbahaya tersebut kepada petugas keamanan terdekat.

Menurutnya, jika masyarakat dengan kesadaran sendiri mau menyerahkan senjata api kepada petugas, ia menjamin tidak akan diproses hukum. Tetapi sebaliknya jika masih ada yang menyimpan senjata api dan kemudian ditemukan langsung oleh petugas keamanan, pasti akan diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jadi masyarakat tinggal memilih, jika dengan kesadaran diri menyerahkan senpi maka tidak akan dihukum. Malah ini menjadi contoh bagi masyarakat lain karena memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga keamanan daerah ini,” tandasnya.

Tetapi bila petugas menemulan masih ada warga yang menyimpan atau memiliki senjata api tanpa izin maka Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 menanti.

Olehnya itu, ia berharap dan meminta kepada warga agar dengan kesadaran sendiri mau menyerahkan senjata api kepada petugas keamanan terdekat.

“Mari kita sama2 menjaga keamanan daerah ini. Jika warga dengan kesadaran sendiri menyerahkan senjata api, saya jamin tidak akan diproses hukum,” pungkas Sangadji. (Imran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here