Kadispen TNI-AL Laksamana Pertama TNI Muhammad Zaenal(Foto:Istimewa)

AMBON, kabarmiliter.id – Korban tewas pada peristiwa pembajakan KM Mina Sejati di perairan selatan Kepulauan Aru bertambah. Awalnya dua orang ABK tewas, tetapi saat ini telah berjumlah tujuh orang.

Tambahan lima ABK tewas ini diduga dibantai tiga ABK pelaku pembajakan kapal naas tersebut. Saat ini lima jenazah ABK tewas masih berada di KM Mina Sejati.

Kadispen TNI-AL Laksamana Pertama TNI Muhammad Zaenal via telepon seluler kepada wartawan Senin (19/8) mengungkapkan korban tewas di dalam KM Mina Sejati bertambah lagi lima orang ABK.

“Seluruh ABK berjumlah 36 orang. 13 orang melompat ke laut menyelamatkan diri dan dua di antaranya tewas. Di atas kapal saat ini ada 23 ABK. Tiga diantaranya pelaku serta 20 ABK lainnya. Namun lima ABK diketahui tewas dan saat ini masih berada diatas kapal. Sehingga total ABK tewas sudah berjumlah tujuh orang. 15 ABK lainnya belum diketahui kondisinya,” jelasnya.

Ia jelaskan, KRI Teluk Lada dengan nomor lambung 521 telah mendekati kapal dan proses penyelamatan terhadap sisa ABK sementara dilakukan. KRI Teluk Lada – 521 sendiri diawaki 100 personil TNI – AL.

Zaenal ungkapkan saat KRI Teluk Lada – 521 mendekati KM Mina Sejati, pihak KRI langsung mengadakan kontak komunikasi lewat radio dengan tiga ABK pelaku. Tetapi tidak ada tanggapan positif dari tiga ABK tersebut.

“Komunikasi sudah kita lakukan, tetapi belum ada tanggapan positif. Karena itu kita menurunkan tim ke kapal untuk memeriksa keadaan kapal. Tetapi hingga kini belum ada info perkembangan hasil tim yang turun ke kapal termasuk apakah sudah bisa mengamankan tiga pelaku itu atau belum,” terangnya.

Perwira tinggi TNI AL ini tegaskan peristiwa ini bukanlah pembajakan kapal seperti dugaan semula. Ini murni tindak kriminal perkelahian antar sesama ABK. Namun ia belum bisa memastikan penyebab atau pemicu perkelahian antar sesama ABK tersebut.

Untuk membantu evakuasi penyelamatan, ia katakan TNI-AL alan mengerahkan lagi satu kapal perang ke lokasi.

“Kita akan kirim lagi satu kapal perang KRI Untung Suropati-372 untuk membantu penyelamatan para ABK,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan SAR Nasional Ambon Muslimin ungkapkan untuk membantu evakuasi dua jenazah ABK yang berada di KM Gemilang Samudera, tim gabungan telah bergerak ke lokasi KM Mina Sejati berada.

“Pasukan gabungan ini dikirim menggunakan kapal SAR KN Bharata tengah malam dan tiba di lokasi tadi pagi sekitar pukul 08.50 WIT. Tim gabungan ini berkekuatan 11 anggota Brimob, empat personil Polair, tiga personil Bakamla, 12 personil Polres Maluku Tenggara serta 12 orang anggota rescue SAR Tual. Tujuan tim ini untuk evakuasi dua ABK tewas yang saat ini ada di KM Samudera Gemilang,” terang Muslimin.

Sebelumnya diberitakan, KM Mina Sejati dibajak saat berlayar di perairan selatan Kepulauan Aru. Pembajakan terjadi Jumat (16/8) sekitar pukul 16.00 WIT. Pembajakan kapal ini sendiri baru diketahui Jumat (17/8) sekitar pukul 18.10 WIT yang dilaporkan oleh Rinto, pemilik kapal ke kantor Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tual yang diteruskan ke Kantor SAR Tual.

Kapal dibajak oleh tiga anak buah kapal (ABK) KM Mina Sejati sendiri. Dari peristiwa pembajakan ini, dua ABK tewas. KM Mina Sejati diawaki 36 ABK.

Dugaan awal, penyebab pembajakan karena adanya perkelahian diantara sesama ABK. Tiga ABK yang diketahui membajak kapal yaitu Nurul Huda (Masinis) serta dua ABK lainnya yaitu Ferri Dwi Lesmana dan Qersim Ibnu Malik.

Saat kejadian dari 36 ABK diatas kapal sebanyak 13 ABK nekat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Diduga mereka khawatir keselamatan diri karena ketiga pelaku mengamuk menggunakan samurai dan parang.

13 ABK yang melompat ke laut ini sempat ditolong tiga kapal lain yaitu KM Marcel Jaya 56, KM Gemilang Samudera dan KM Surya Terbit. Namun dua dari 13 ABK ini tewas. Hingga kini belum diketahui identitas dua ABK tersebut. (Imran).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here