GUNUNGKIDUL, kabarmiliter. id – Dijaman komunikasi serba cepat seperti sekarang ini harus sebanding lurus dengan menangkap dan mempersepsikan semua informasi, apalagi dalam mengunakan media sosial.

Berkaca pada kasus pencopotan Dandim Kendari baru-baru ini, Komandan Daerah militer (Dandim) 0730 Gunungkidul Letnan Kolonel Inf. Noopy Laksana Armyanto, S.H di Makodim 0730 Gunungkidul Senin (14/10/09) di sela acara pemberian dana pembinaan bagi atlet berprestasi mengatakan agar masyarakat khususnya prajurit TNI dan juga segenap keluarga agar lebih bijak dalam mengunakan saluran medsos (media sosial).

“Mengenai kasus yang terjadi di Kendari itu sudah di tanggapi oleh pimpinan yang berwenang, yang jelas kita harus lebih bijaksana dalam mengunakan medsos, Karna media sosial ini tidak mewakili secara penuh apa yang kita pikirkan, keinginan dan kemauan kita, Karna hanya berupa tulisan dan itu semua menimbulkan multi persepsi kepada masyarakat yang membaca, maka dari itu kita harus bijak memilah dan memilih, baik benarnya, untung ruginya, berfikir dulu dalam mengunakan medsos,” katanya.

Dandim Noopy juga mengatakan untuk meredam radikalisasi dirinya sebagai komandan kodim terus melakukan pembinaan kepada para anggotanya.

“Upaya kami menangkal radikalisasi kami setiap apel pagi terus memberikan arahan kepada anggota kami, selain itu kami juga menjalankan pemberian materi kepada adik-adik pelajar maupun kemasyarakat mengenai deradikalisasi dan juga memberikan materi wawasan kebangsaan, bela negara dan itu semua di lakukan oleh anggota kita dan semua perwira yang kita tunjuk untuk memberikan materi itu di sekolah-sekolah,” tegasnya.

Dandim Noopy juga menghimbau kepada masyarakat Gunungkidul melalui banyak kesempatan untuk tetap menjaga keberagaman, menjaga keamanan, memelihara kerukunan yang semuanya untuk keutuhan NKRI. (WAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here