SULUT, kabarmiliter.id – Personel TNI, Polri, BNPB bersama masyarakat melakukan evakuasi dan pembersihan di lokasi banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Bolmong Utara, Rabu (4/3/2020).

Dikabarkan, bencana alam terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, akibat tingginya curah hujan yang mengguyur dua kabupaten tersebut sejak Selasa 3 Maret 2020.

Informasi diperoleh dari Polres Bolmong, banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Kecamatan Sangtombolang. Ada enam desa di kecamatan tersebut yang terdampak banjir maupun tanah longsor.

Empat desa yang diterjang banjir, yaitu Bolangat, Lolanan, Domisil dan Pangi Timur. Sedangkan dua desa lainnya yang dilanda tanah longsor, yakni Pasir Putih dan Batu Merah.

Bencana alam ini mengakibatkan sejumlah rumah warga hanyut dan rusak, serta terputusnya akses Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di perbatasan Desa Domisil dan Desa Pangi.

Longsoran dengan panjang sekitar 50 meter mengakibatkan tertutupnya badan jalan sehingga tidak bisa dilewati kendaraan dari kedua arah.

Desa yang terdampak bencana banjir bandang paling parah, yakni Desa Domisil. Di mana, terdapat 20 rumah warga rusak dan 9 rumah lainnya hanyut terseret arus banjir.

Selain korban material, banjir bandang juga mengakibatkan seorang anak perempuan berinisial MD (5), warga Desa Domisil Moonow, meninggal dunia akibat terseret arus.

Korban berhasil ditemukan pada Rabu pagi, sekitar pukul 06.45 WITA, di belakang rumah keluarga Yusuf Caho, tepatnya di bawah batang pohon yang tertutup lumpur.

Diberitakan pula, Rabu siang, air sungai yang meluap sudah mulai surut. Akses Jalan Trans Sulawesi yang tertimbun material longsoran masih dilakukan pembersihan.

Wakapolres Bolmong, Kompol Syaiful Wachid menerangkan, hingga Rabu siang pihak kepolisian bersama TNI, BNPB dan masyarakat masih melakukan evakuasi.

“Selain evakuasi, kami juga melakukan pendataan lebih lanjut untuk mengetahui jumlah korban material maupun korban jiwa akibat bencana ini,” pungkasnya.

Sedangkan informasi diperoleh dari Polres Bolmong Utara, terdapat 4 kecamatan beserta sejumlah desa yang terdampak banjir. Yaitu, Sangkub (13 desa), Bintauna (8 desa), Bolangitang Timur (11 desa) dan Bolangitang Barat (10 desa).

Senada dengan Wakapolres Bolmong, Wakapolres Bolmong Utara, Kompol Kery Utiarachman mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.

“Kerugian material maupun korban jiwa masih dalam pendataan lebih lanjut. Personel kepolisian masih berada dibeberapa titik untuk membantu mengevakuasi maupun membersihkan lokasi,” jelas Wakapolres. (Handry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here