MENTAWAI, kabarmiliter.id – Menjelang Hari Ulang Tahun(HUT) ke 74 Persit Kartika Candra Kirana cabang LXXIV 0319 Mentawai melakukan berbagai macam kegiatan diantaranya, dibidang kesehatan, persit peduli stanting, Anjangsana ke pondok pesantren, peduli kebudayaan mengkreasikan Tari Sikerei, lomba cerita dongeng Mentawai untuk anak SD Se- kecamatan Sipora Utara.

Beberapa kegiatan acara yang sudah dilaksanakan memberikan bantuan ke pesantren anak Mentawai yang terbakar di Padang beberapa waktu lalu dan peduli kesehatan dengan memberikan bantuan ke penderita stunting.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Persit kartila Candra Kirana Kodim 0319 Mentawai menjelang HUT persit ke 74, ujar Diana Bagus Ketua Persit Kartika Candra Kirana cabang LXXIV 0319 Mentawai bertempat di Tua Peijat beberapa waktu lalu.

lanjutnya, kegiatan dibidang kesehatan, kepedulian Persit dengan kasus stunsting yang terjadi di Kabupaten Mentawai terutama di Kecamatan Sipora Utara menjadi perhatian khusus dengan melibatkan Puskesmas Sipora Utara.

“Kami mengajak pihak Puskesmas Sipora Utara untuk ikut dalam Anjangsana Persit ini guna mengatasi kasus stunting yang terjadi di kecamatan ini. untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan kerjasama lintas sektoral bukan hanya di puskesmas dan dinas kesehatan saja, terang Diana.

Sementara disisi lain, setelah dilakukan penimbangan masal ditemukan puluhan kasus stanting di Kecamatan Sipora Utara, namun hal tersebut akan di validasi ulang untuk memastikannya dan melakukan tindakan khusus guna mengatasinya.

“Kami menemukan 90 kasus stunting di wilayah kerja kami Sipora Utara. Namun kami akan melakukan validasi kasus untuk mengatasi masalah tersebut dengan melakukan penimbangan ulang untuk memastikan kasus tersebut,” ujar Stevani, Kepala Puskesmas Mapaddegat Sipora Utara.

Untuk balita yang kurang dari dua garis akan memdapatkan perlakuan khusus selama 10 hari dengan memberikan suplement gizi guna menaikkan berat badan, asupan gizi serta penyakit stunting.

“Guna mengatasi berat badan anak yang rendah, kami telah membuat program pos gizi. Dimana anak yang miliki berat badan rendah kurang dua garis akan kami lakukan tindakan khusus dengan memberikan asupan gizi kepada balita tersebut. Serta melakulan dan mensosialisasikan kepada ibu bagaimana memberikan asupan gozi yamg baik kepada balita,” jelas Stevani. (Debe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here