MOU – Ketua Umum FKMP Indonesia H. M. Armawi Koto dan Brigjen Khairul Anwar M, SH, M.Tr (Han) menandatangani naskah MoU kedua lembaga di Markas Disjas TNI AD, Cimahi, Selasa (14/7)

Cimahi, Kabarmiliter.id – Forum Komunikasi Masyarakat Piaman (FKMP) Indonesia dan Dinas Jasman TNI AD sepakat menandatangani MoU kerjasama budaya Silat. Dalam kerjasama ini FKMP membekali personil TNI AD dengan ilmu bela diri silat tradisional Minang.

Penandatangan naskah Memorandum of Understanding (MoU) antara FKMP Indonesia dan Dinas Jas TNI AD ini dilakukan langsung Ketua Umum FKMP Indonesia H. M. Armawi Koto dan Brigjen Khairul Anwar M, SH, M.Tr (Han) di Markas Disjas TNI AD, Cimahi, Selasa (14/7) disaksikan sejumlah pengurus teras FKMP Indonesia dan pejabat di lingkungan Disjas TNI AD Cimahi.

Menurut Armawi Koto, dalam kerjasama ini pihaknya membawa perguruan silat Harimau Lalok sebagai sumber guru bagi para prajurit TNI AD yang akan mendapatkan pengajaran jurus silat tradisional Minang.

“Poin utama dari kerjasama ini adalah FKMP melalui Perguruan Silat Harimau Lalok memberikan dan mengajarkan ilmu silat tradisional Minang kepada personil TNI AD sehingga menambah ilmu bela yang sudah dimiliki sebelum ini,” kata Armawi Koto.

BACA JUGA :  Cegah Covid- 19, Unsur TNI - Polri Laksanakan Penyemprotan Massal Disinfektan

Selain itu, tambah Armawi Koto, dalam kerjasama ini Dinas Jas TNI AD juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pengembangan cabang perguruan. “Artinya, dengan kerjasama ini secara otomatis Dinas Jas TNI AD secara otomatis menjadi Cabang Perguruan Harimau Lalok, ” papar Armawi Koto yang juga dikenal dengan nama Ajo Dewa.

Sementara itu Kadis Jas TNI AD Brigjen M Khairul Anwar, SH,M.Tr (Han) menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FKMP Indonesia yang telah menerima tawaran jajarannya dalam rangka memperkuat dan memperkaya pengetahuan bela diri prajurit TNI AD terhadap silat tradisional Minang.

Menurut Jenderal bintang satu yang juga berasal dari Pariaman ini, pihaknya sudah lama mencoba membangun kerjasama dengan perguruan silat tradisional asal Minang dan ternyata justru berhasil dengan FKMP Indonesia yang menjadi wadah komunikasi masyarakat Rantau Piaman dan kampung halaman di Padang Pariaman dan kota Pariaman.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita sudah berhasil merealisasikan sebuah kerjasama yang sangat indah antara FKMP Indonesia dan Disjas TNI AD. semoga kerjasama ini memberi manfaat kepada kedua belah pihak,” ujar Brigjen Khairul Anwar.

Menurut Brigjen Khairul Anwar, selama ini personil TNI AD baru mendapatkan pelatihan dan pendidikan bela diri kungfu, karate, judo dan lainnya. Sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia, kata Khairul Anwar, dirinya juga menginginkan TNI AD belajar ilmu bela diri silat, khususnya silat tradisional Minang, sehingga ilmu bela diri ini akan tetap hidup di lingkungan TNI AD.

BACA JUGA :  Koramil 01/Pyk, Kodim 0306/50 Kota Gelar Acara Dengan Mitra Babinsa

Kadis Jas TNI AD ini juga mengapresiasi dukungan dari para Pengurus FKMP Indonesia yang begitu cepat merespon permintaannya agar segera dilakukan kerjasama pengembangan dan pengenalan ilmu bela diri silat Minang kepada prajurit TNI AD.

Wakil Ketua Umum FKMP Indonesia, Adhy Santoso, BBA, MBA yang juga inisiator kerjasama kedua lembaga ini, dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan pokok pokok pikirannya di acara penandatangan naskah MoU tersebut.

Adhy berharap kerjasama ini akan memberikan efek yang lebih besar lagi bagi kedua belah pihak, dalam kaitan peningkatan performansi lembaga di mata masyarakat dan pemerintah.

Sebagai wadah baru dalam mengelola kehidupan sosial masyarakat Piaman Rantau, diharapkan dengan kerjasama FKMP Indonesia dengan Disjas TNI AD, akan membukakan mata dan telinga masyarakat Piaman di kampung dan rantau, bahwa potensi yang dimiliki anak Piaman di rantau sangat potensial untuk dibangun secara bersama.

BACA JUGA :  Selamat Jalan Mayor Lek Fitri Masrwira, Payakumbuh Kehilangan Salah Satu Putra Terbaiknya

“Kerjasama ini adalah salah satu contoh dan bukti konkrit bahwa potensi yang dimiliki Brigjen Khairul Anwar dan FKMP bisa diwujudkan dalam satu bentuk kerjasama saling menguntungkan,” papar Adhy Santoso.

Menurut eksekutif sebuah perusahaan internasional ini, bukan tidak mungkin dan akan terbuka kerjasama seperti ini dengan unit kegiatan lain yang sumbernya juga dikelola oleh putra putri Piaman di Jakarta dan daerah rantau lainnya.

Adhy memaparkan bahwa potensi anak Piaman di pentas nasional kini sudah sangat kuat, namun mereka belum mau muncul ke permukaan dalam jati diri sebagai anak Piaman.

“Mudah mudahan dengan terobosan yang dilakukan FKMP Indonesia ini akan membukakan mata mereka untuk bergabung dengan program dan misi yang lebih produktif lainnya,” ujar putra Sungai Limau, Padang Pariaman ini.

Acara penandatangan naskah MoU ini juga diisi dengan penyerahan cenderamata dari Brigjen TNI M Khairul Anwar,SH,M.Tr (han) kepada H. M Armawi Koto yang juga dihadiri sejumlah pengurus teras FKMP Indonesia.

Selain itu, juga dilakukan pengenalan silat tradisional Minang dalam bentuk penampilan langsung para guru silat dari Perguruan Harimau Lalok dihadapan petinggi dan prajurit TNI AD.

(awe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here