Limapuluh Kota — Upaya percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Suliki, terus dilakukan secara terpadu. Selain dukungan personel dan peralatan dari Satgas TNI, keterlibatan langsung masyarakat melalui kegiatan gotong royong menjadi kekuatan utama di lapangan.
Sejak pagi, warga setempat terlihat aktif membantu berbagai pekerjaan, mulai dari pembersihan lahan, pemindahan material bangunan, hingga penataan lingkungan sekitar lokasi Huntara. Sinergi antara masyarakat dan aparat berlangsung dalam suasana kebersamaan dan kepedulian, mencerminkan semangat solidaritas yang tumbuh pascabencana.
Partisipasi masyarakat dinilai sangat membantu kelancaran pekerjaan. Tidak hanya menyumbangkan tenaga, sejumlah warga juga secara sukarela menyediakan konsumsi ringan dan air minum bagi personel Satgas TNI yang bertugas, sebagai bentuk dukungan moril terhadap percepatan pembangunan.
Danramil 03/Suliki, Kapten Inf Sil Suandi, menyampaikan apresiasi atas peran aktif warga dalam kegiatan gotong royong tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Huntara tidak terlepas dari dukungan masyarakat.
“Kerja bersama seperti ini menjadi kunci percepatan pembangunan. Dengan kebersamaan, pekerjaan berat bisa diselesaikan lebih cepat dan ringan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Nagari Koto Tinggi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat. Ia menilai semangat gotong royong warga patut diapresiasi, mengingat sebagian masyarakat masih berada dalam masa pemulihan akibat bencana.
Melalui kolaborasi antara Satgas TNI dan masyarakat, pembangunan Huntara diharapkan dapat rampung sesuai target, sekaligus menjadi simbol bangkitnya solidaritas dan optimisme warga Nagari Koto Tinggi dalam menata kembali kehidupan pascabencana.
(FajriHR).









Komentar