oleh

Masa Depan Kapal Selam Nuklir Australia Kian Tidak Pasti di Era Trump

KABARMILITER.ID —- Program ambisius pengadaan kapal selam nuklir Australia senilai Aus$368 miliar kini tengah berada di persimpangan jalan yang sangat krusial dan penuh ketidakpastian. Berdasarkan laporan terbaru dari The Guardian (5/2/2026), janji Amerika Serikat untuk mentransfer kapal selam Virginia class kepada Canberra mulai diragukan oleh banyak analis internasional.

Masalah utama yang menjadi ganjalan adalah ketidakmampuan industri galangan kapal Amerika Serikat untuk memenuhi target produksi, di mana saat ini mereka hanya mampu menghasilkan rata-rata 1,2 unit kapal selam per tahun. Angka ini jauh di bawah target dua unit per tahun yang dibutuhkan oleh Angkatan Laut AS sendiri, sehingga secara hukum, Presiden AS akan sulit memberikan sertifikasi penjualan kapal tersebut jika dianggap akan memperlemah pertahanan nasional mereka sendiri.

Situasi ini semakin memanas di dalam negeri Australia seiring dengan meningkatnya kritik tajam dari Partai Hijau Australia (The Greens). Melalui juru bicara pertahanannya, Senator David Shoebridge, partai ini menuding bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan “latihan penyangkalan” atas fakta bahwa kesepakatan AUKUS sangat berisiko gagal.

Partai Hijau berpendapat bahwa ketergantungan militer yang terlalu besar pada Washington tidak hanya menguras anggaran negara dalam skala raksasa, tetapi juga menggadaikan kedaulatan nasional Australia. Mereka mencemaskan skenario di mana Australia telah mengucurkan dana hingga miliaran dolar, namun pada akhirnya tidak memiliki kendali penuh atas alutsista tersebut karena keterbatasan produksi dan perubahan prioritas politik di AS.***

 

 

 

 

Sumber : Indomiliter.com

editor : REDAKSI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *