Jenderal AH Nasution (Foto: Wikipedia)
JAKARTAÂ – Jenderal Abdul Harris Nasution merupakan tokoh pahlawan nasional yang berperan penting di sejumlah peristiwa sejarah Indonesia, mulai dari pemberantasan PKI.
Jenderal Nasution juga dikenal sebagai orang yang cukup dekat dengan Jenderal Sudirman. Dikutip dari buku 80 Tahun Bung Karno, Nasution sempat menyaksikan sisi emosional dari Jenderal Sudirman.
Dalam perjanjian Linggarjati tahun 1947, Belanda menuntut beberapa hal terhadap Indonesia. Semua tuntutan diterima kecuali peng-subordinasi-an TNI di bawah kedaulatan Belanda, yang menyebabkan Belanda melakukan agresi 1 sebelum diintervensi PBB melalui Persetujuan Renville.
Setahun berselang, Belanda kembali melayangkan tuntutan peng-subordinasi-an, yang kembali ditolak Indonesia. Belanda memutuskan untuk melakukan penyerangan kepada Indonesia, bahkan menculik Presiden Soekarno dan Hatta.
Namun, Belanda tidak mampu menemukan celah untuk kembali menduduki Indonesia, sehingga mereka membebaskan Soekarno dan Hatta.
Pada 3 Agustus 1949, Soekarno dan Hatta berjanji untuk melakukan gencatan senjata dalam perjanjian Roem Royen. Beberapa pihak dari TNI tidak menyetujui tindakan Soekarno untuk menandatangani perjanjian tersebut.
Sehari sebelumnya, Nasution beserta Jenderal Sudirman bertemu dengan Presiden Soekarno, untuk menyampaikan asiprasi TNI.
Dalam keadaan sakit, Sudirman mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa mengikuti pemerintahan, jika perjanjian Roem Royen dilaksanakan. Pun halnya dengan Nasution, yang menyepakati pernyataan sang Jenderal.
Soekarno tetap bergeming, dan tidak akan menarik mundur menandatangani gencatan senjata. Tangis Sudirman meledak.
“Kalau saudara-saudara berhenti, maka lebih dulu Soekarno-Hatta berhenti. Terserah APRI memimpin perjuangan. Soekarno-Hatta akan mengikuti sebagai rakyat,” kata Sudirman.
Sore harinya, Nasution diminta menghadap Jenderal Sudirman. Nasution menjelaskan kepada Sudirman pentingnya mendukung Soekarno dan Hatta.
“Tanpa persatuan TNI dengan Soekarno-Hatta, tak mungkin berhasil perjuangan Indonesia, biarlah kita ikuti Soekarno-Hatta,” ujar Nasution.
Akhirnya, Sudirman menuruti permintaan Nasution. Soekarno resmi menandatangani perjanjian Roem Royen, dan melaksanakan gencatan senjata terhadap Belanda. (*)
source: Okezone
Komentar