MAKASSAR – Dalam upaya meningkatkan kesiapan operasional dan profesionalisme personel, Lanud Sultan Hasanuddin resmi membuka Latihan Kesiagaan Tahun Anggaran 2025. Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Danlanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nurdwiyanto, M.Han, di ruang Supernova Baseops Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (17/2/2025).
Dalam sambutannya, Marsma TNI Arifaini Nurdwiyanto menekankan pentingnya latihan ini sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai skenario ancaman. “Latihan Kesiagaan ini tidak hanya bertujuan untuk menguji prosedur yang sudah ada, tetapi juga untuk mengidentifikasi area yang masih perlu diperbaiki serta meningkatkan koordinasi antar unsur yang terlibat,” ujarnya.
Latihan yang berlangsung selama empat hari, dari tanggal 17 hingga 20 Februari 2025, mencakup berbagai simulasi penting, seperti Pengamanan Pangkalan, Penanggulangan Huru-Hara, Search and Rescue (SAR), Penanganan Kebakaran, Crash Team, dan Penanganan Pasca Force Down. “Latihan ini merupakan bagian dari komitmen kita untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan skenario ancaman,” tambah Danlanud.
Marsma TNI Arifaini juga menyoroti pentingnya profesionalisme dan koordinasi yang solid antar personel. “Kesiapan operasional tidak hanya tentang peralatan dan prosedur, tetapi juga tentang bagaimana setiap individu memahami perannya dan bekerja sama dalam tim,” tegasnya.
Latihan Kesiagaan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas Lanud Sultan Hasanuddin dalam menjaga keamanan dan keselamatan, baik di dalam maupun di luar pangkalan. “Kami berharap, melalui latihan ini, seluruh personel dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapan mereka, sehingga siap menghadapi segala bentuk ancaman dan situasi darurat,” tutup Danlanud.
Dengan dilaksanakannya Latihan Kesiagaan 2025, Lanud Sultan Hasanuddin kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara, siap menghadapi tantangan operasional di masa depan.
Komentar