Limapuluh Kota — Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Lima Puluh Kota terus menunjukkan kemajuan signifikan. Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) kembali melanjutkan rangkaian pekerjaan fisik di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, pada Rabu (31/12/2025). Hingga hari ini, progres pembangunan tercatat telah mencapai 35 persen.
Pembangunan Huntara yang dirancang untuk menyediakan 60 unit hunian sementara bagi 60 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana tersebut berada di bawah tanggung jawab Kodim 0306/50 Kota. Program ini ditargetkan berlangsung selama satu bulan, terhitung sejak 12 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026.
Dalam pelaksanaan kegiatan hari ini, Satgas fokus pada sejumlah pekerjaan strategis, di antaranya pendistribusian material ke area pembangunan, pekerjaan cut and fill guna penyesuaian kontur lahan, pemasangan GRC pada Barak 2, pemasangan rangka baja ringan Barak 3, serta melanjutkan pemasangan atap dan GRC pada Barak 2. Dua unit alat berat jenis excavator turut dikerahkan untuk mempercepat dan mengoptimalkan pekerjaan di lapangan.
Sebanyak 130 personel lintas unsur terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 70 personel Kodim 0306/50 Kota, 20 personel Denzipur, 25 personel Yonif 131/Brs, tiga personel BNPB, dua personel BPBD, serta 10 orang warga setempat. Sinergi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak.
Melalui kolaborasi yang solid antara TNI, instansi kebencanaan, dan masyarakat, Satgas optimistis pembangunan Huntara dapat diselesaikan tepat waktu. Kehadiran hunian sementara tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga, sekaligus menjadi pijakan awal dalam menata kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana di Nagari Koto Tinggi.
(FajriHR).









Komentar