Limapuluh Kota — Upaya penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, terus mengalami kemajuan. Dari total 60 unit Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun, hingga Senin (5/1/2026) progres pengerjaan telah mencapai kurang lebih 45 persen, bahkan beberapa unit telah memasuki tahap akhir dan siap difungsikan.
Pekerjaan pembangunan Huntara dilaksanakan secara terpadu oleh Satgas TNI dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Fokus pekerjaan saat ini diarahkan pada penyempurnaan bangunan, seperti pemasangan akses masuk rumah, kelengkapan bukaan, jaringan listrik, serta penataan area lingkungan sekitar hunian. Meski kondisi cuaca sempat menjadi tantangan, pelaksanaan pembangunan tetap berjalan sesuai jadwal.
Komandan Satgas TNI, Kapten Inf Sil Suandi, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen mempercepat penyelesaian pembangunan agar warga terdampak dapat segera menempati hunian yang layak.
“Kami berupaya agar dalam waktu dekat beberapa unit sudah bisa digunakan. Penempatan nantinya diprioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk lansia, anak-anak, serta keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat,” jelasnya.
Respons positif datang dari masyarakat Nagari Koto Tinggi. Warga terdampak menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak. Mereka menilai kehadiran Huntara memberikan rasa aman sekaligus membantu pemulihan aktivitas sehari-hari pascabencana.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapan fasilitas penunjang, seperti penyediaan air bersih dan sarana sanitasi. Proses pendataan penghuni Huntara juga dilakukan secara cermat dan transparan agar distribusi hunian dapat berjalan secara adil dan tepat sasaran.
Dengan progres pembangunan yang terus meningkat, diharapkan seluruh unit Huntara dapat rampung dalam waktu dekat. Keberadaan hunian sementara ini menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi pascabencana dan diharapkan mampu menjadi titik awal kebangkitan masyarakat Nagari Koto Tinggi.
(FajriHR).









Komentar