Sumbar,Kabarmiliter.id — Bagaikan tak kenal lelah dalam melaksanakan tugas, Personil batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan(Yon Marhanlan) II terus bahu membahu bersama rakyat di lokasi terdampak bencana.
Bagi mereka derita rakyat lebih penting dari rasa lelah.Para prajurit terpanggil jiwa untuk turut merasakan penderitaan masyarakat khususnya di Tanjung Raya Kabupaten Agam.
Para prajurit dengan semangat tinggi terus berjikabu mencoba membersihkan sisa sisa lumpur dan material lainnya di Tanjung Raya Kecamatan Maninjau Kabupaten Agam.Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak awal terjadinya bencana.
Prajurit Yonmarhanlan II yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam II (Satgas Gulbencal) kodartal II memilih lokasi ini dalam rangka memberikan ketenangan bagi masyarakat untuk fokus hidup sehari hari, Apalagi wilayah ini dirasa cukup parah terdampak bencana.
Kehadiran Yon Marhanlan II diharapkan bisa jadi semangat lebih bagi masyarakat dan juga bentuk nyata hadirnya Pemerintah melalui TNI AL di setiap sendi sendi kehidupan terutama persoalan yang dihadapi masyarakat.

Yonmarhanlan II tidak akan biarkan masyarakat menghadapi musibah sendiri,para personil ini jadi senyum dan secerah harapan ditengah tengah musibah.
Tetesan keringat yang membanjir tubuh para prajurit tak mampu menggoyahkan tekad untuk segera menyelesaikan tugas.Meskipun perjuangan ini telah berlangsung sejak awal bencana,tapi motivasi tinggi tetap membara di dada setiap prajurit.
Tekad bulat untuk segera menghapus air mata dan meringankan beban rakyat terpatri dalam setiap diri personil, Bagi mereka perjuangan menghadirkan senyum rakyat lebih berat dari pada menghadapi musuh.Derita rakyat adalah derita Yonmarhanlan II dan senyum rakyat adalah senyum Yonmarhanlan II.
Komandan Yonmarhanlan II Letkol Mar. Afrizan Taufik menyampaikan bahwa pengerahan prajurit di bawah Satgas Gulbencal kodaeral II merupakan wujud kesiapsiagaan dan respon cepat Korps Marinir dalam menghadapi situasi darurat bencana alam.
Prajurit Yon MarHanlan II memberikan dukung moril pada warga agar tetap tabah kuat dan semangat dalam menghadapi musibah,ungkapnya.
“Prajurit adalah anak yang lahir dari rahim rakyat, Sebagai anak tentu takan bisa melihat ibu Pertiwi menghadapi musibah.Air mata rakyat harus diobati dengan coba memperbaiki segala kerusakan akibat bencana.
Selanjutnya Kita sadar bahwa bencana bukanlah satu keinginan,namun yang bisa kita lakukan adalah bagaimana mengatasi dan juga membersihkan semua sisa sisa bencana yang ada.Memang kerusakan yang ada tak bisa dihindari,tapi yang terpenting bagaimana memberikan semangat moril pada para korban untuk tidak larut dalam kesedihan,”ujar Letkol Mar Afrison Taufik.
Bentuk nyata turut rasakan penderitaan rakyat dengan kehadirann satu pleton yang bertugas membantu daerah bencana di tanjung Raya, Mereka tak pernah pulang ke markas dan terus bertugas hingga saat ini.Kehadiran kami ini juga bentuk nyata pemerintah selalu ada ditengah tengah masyarakat.
Yon Marhanlan hadir disini merupakan respon cepat dari Presiden Prabowo Subianto melalui arahan pada Satgas Gulbencal kodaeral II.Pemerintah takan pernah membiarkan masyarakat sendirian dalam menghadapi bencana.
Lebih lanjut, Sebagai prajurit yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah maka kehadiran kami adalah sebuah kewajiban dan juga sumpah kami yang akan melindungi seluruh tumpah darah dan ibu Pertiwi.”tambah Letkol Mar Afrison Taufik
“Sebagai daerah yang cukup parah terdampak,maka menjadi fokus kami untuk membenahi.Memang tugas ini tidak mudah, Begitu banyak material dan sisa lumpur yang menutupi daerah Tanjung Raya, Hanya saja dengan semangat tinggi serta bahu membahu bersama rakyat kami percaya itu bukan persoalan yang berat.
Kami yakin apa yang kami lakukan semua murni untuk rakyat dan akan juga mendapat dukungan dari rakyat.Kemanungalan bersama rakyat inilah yang menjadi kunci maka para prajurit tetap semangat bekerja hingga saat ini.Kami juga ini kehadiran kami sebagai langkah moril dalam menguatkan mental rakyat yang tertimpa musibah.
Musibah ini bukan musibah suatu daerah saja,tapi musibah bersama yang akan bisa diselesaikan jika kita bisa bergandengan tangan bersama.Kami yakin hal itu dapat dilakukan,sebab semangat gotong royong dan kebersamaan adalah warisan luhur bangsa ini yang telah terpelihara secara turun menurun.”
Komandan Yonmarhanlan II juga menyampaikan bahwa para prajurit Yonmarhanlan II akan selalu hadir dalam setiap persoalan yang dihadapi bangsa ini terutama dalam mengatasi bencana.Para prajurit takan pernah meninggalkan masyarakat menghadapi apapun persoalan.
Yonmarhanlan adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat jadi persoalan masyarakat adalah persoalan prajurit.Mereka tidak akan ragu untuk diterjunkan dimana pun asal bisa memberikan rasa aman dan nyaman serta mengurangi beban derita rakyat.***
Reporter : Aidil / AM









Komentar