Riau,Kabarmiliter.id — Seleksi penerimaan Calon Siswa (CASIS) Bintara polri tahun 2025 bagai lumbung emas bagi para oknum oknum nakal, Mereka berlomba lomba mencari mangsa dengan janji bisa memuluskan langkah untuk diterima jadi siswa Bintara.
Salah satunya Oknum nakal tersebut adalah Personil Polsek Siak Hulu,Polres Kampar, Polda Riau berinisial RN.Oknum nakal ini meminta sejumlah uang pada korban agar bisa melewati berbagai rangkaian tes yang dijalani.
Meskipun uang telah diserahkan namun harapan jadi anggota Polri kini bagai impian belaka, Uang raib dan cita cita kandas.Kini korban meratapi kerugian yang diderita dengan nominal hampir Rp 350 juta rupiah.
Kekecewaan yang dirasakan korban lalu dicurahkan dengan melaporkan oknum RN ke Bidang Propam Polda Riau.
Sebenarnya korban yang masih ada hubungan kekerabatan enggan melaporkan persoalan hukum ini.Namun jalur kekeluargaan yang coba ditempuh seakan akan diabaikan oleh RN dengan alasan tak ada kesempatan pengembalian dana.Oknum RN seperti cuci tangan atas kelakuannya yang coba jadi calo CASIS Bintara tahun 2025.
Kejadian berawal saat korban ingin mencoba peruntungan untuk menjadi anggota Polri. Keinginan ini muncul dari niat tulus untuk mengabdikan negara dan juga menjadi pelayan masyarakat.
Keinginan ini pun didengar oleh oknum Briptu RN. Hujan bagi oknum Briptu RN dan mencoba menawarkan diri untuk bisa membantu memuluskan niat luhur korban.Oknum RN menjanjikan bahwa dirinya bisa menjamin korban lulus dari tes calon siswa Bintara tersebut. Hanya saja korban harus menyerahkan sejumlah uang agar rencana tersebut bisa berjalan dengan mulus.
Proses penerimaan calon siswa Bintara tahun 2025 pun berlangsung dan korban juga ikut melakukan seleksi.Dalam setiap sebelum test Briptu RN nyetor 50 juta sampai 80 Juta di setiap test tersebut agar memenuhi syarat, disaat pengumuman sungguh kecewanya korban atas hasil, dimana dalam kelulusan nama korban tidak tercantum di dalam daftar.
Korban pun merasa kecewa dan coba mencari informasi pada oknum Briptu RN kenapa dirinya tidak lulus.Saat itu oknum Briptu RN tidak memberikan jawaban yang memuaskan.Padahal setiap tahapan terus korban selalu diminta sejumlah uang oleh oknum briptu RN.Hal ini membuat korban yang sangat kecewa dan sakit hati pada oknum RN, Janji janji manis yang disampaikan hanyalah sekedar pemanis bibir demi bisa mengambil pundi pundi rupiah.
Kejadian ini bermula saat pendaftaran siswa Bintara polri di Polda Riau oknum briptu RN menawarkan diri untuk membantu korban untuk lulus menjadi anggota polri di Polda riau, Namun setelah berjalannya proses penerimaan oknum Briptu R selalu memberikan setiap test uang kepada panitia penerimaan 50 juta sampai 80 juta rupiah.
Setelah sampai titip test penerimaan siswa polri tepatnya di inpantohir korban tidak lulus seleksi anggota polri,Sejak dari situ keluarga korban yang juga mengaku merupakan keluarga dari Briptu RN.Namun saat di hitung dari uang yang telah di ambil untuk proses dan dengan alasan untuk lulus Bintara polri keluarga korban di perkirakan rugi sekitar 350 juta rupiah.
Dari informasi yang media dapat oknum Briptu RN dan keluarga tidak mau mengembalikan uang yang telah di ambil oleh Briptu RN,disebabkan hitungan jumlah uang yang diambil terlalu banyak dan tidak sanggup untuk mengbalikannya.karena tidak ada kesepakatan untuk mengembalikan uang korban, akhirnya Briptu RN di laporkan ke propam Polda Riau.
Tidak sampai disitu awak media mencoba mengkonfirmasi salah satu warga di sebuah warung kopi yang juga merupakan mantan pensiunan polri berinisial K menyampaikan bahwa dugaan kasus ini masih dalam proses penyelidikan (lidik) dan penyidikan (sidik) oleh Bidang Propam Polda riau.
Selain dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik dan diduga pelaku positif Pemakai narkoba. Briptu RN sudah di panggil paminal Polda Riau namun diduga Briptu RN sudah kabur dan tidak masuk dinas di Polsek Siak hulu.
Isu tersebut berkembang di lingkungan masyarakat khusunya di Kecematan Siak hulu,Praktek ini harus mendapat perhatian khusus dari Kapolres Kampar AKBP Boby dan Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H..dan harus ditindak tegas kepada bawahannya dan tidak menolerir anggota yang melakukan pelanggaran apa lagi ada dugaan positif memakai narkoba.
Selanjutnya Awak media mencoba Konfirmasi kepada Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Subayang Sik melalui WhatsApp pribadinya namun Kapolres sampai berita ini di tayangankan tidak menjawab pertanyaan awak media,Seakan akan Kapolres menutupi anggotanya yang buat malu institusi polri khususnya Polda Riau.
Tidak sampai disitu Awak media juga mengkonfirmasi Kasi Propam Polres Kampar Iptu Nofrizal melalui selulernya menyampaikan bahwa benar ada salah satu personil anggota Siak hulu di periksa Propam. namun oknum tersebut di periksa Propam Polda Riau,terkait Maslah yang terjadi kita belum mengetahui,Ungkapnya.
Masyarakat berharap Kapolda Riau dan Kapolres Kampar tidak diam dalam permasalahan anggota yang diduga mencari calo Bintara polri,sebab kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui Humas mabes polri bahwa penerimaan calon siswa polri gratis,Namun Oknum anggota polri seakan akan mencoreng himbaun dari Kapolri dengan menjamin akan lulus Bintara polri kekorbannya.***
Penulis : Redaksi














Komentar