Kabupaten Limapuluh Kota — Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Nagari Koto Tinggi terus mengalami kemajuan berarti. Memasuki tahapan lanjutan, pekerjaan yang dilaksanakan Satgas TNI bersama pemerintah daerah serta masyarakat difokuskan pada penyelesaian detail bangunan agar seluruh unit dapat segera difungsikan.
Pada hari ke-14 pelaksanaan, aktivitas di lapangan diarahkan pada pemasangan lantai, penguatan struktur, serta penyiapan sarana penunjang seperti jaringan air bersih dan fasilitas sanitasi. Seiring dengan itu, penataan kawasan hunian mulai dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan layak huni bagi para calon penghuni.
Danramil 03/Suliki Kapten Inf Sil Suandi menjelaskan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengatasi berbagai tantangan di lapangan. “Setiap hari kami melakukan pemantauan dan evaluasi. Meski dihadapkan pada faktor cuaca dan kondisi medan, seluruh pekerjaan tetap dapat dilaksanakan secara optimal,” ujarnya.
Warga penerima manfaat menyambut positif percepatan pembangunan Huntara tersebut. Mereka menilai keberadaan hunian sementara ini sangat membantu, terutama untuk memulihkan aktivitas keluarga pascabencana. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa Huntara memberikan rasa aman dan kenyamanan sementara sebelum hunian permanen terealisasi.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menegaskan bahwa pembangunan Huntara merupakan bagian dari respons cepat dalam penanganan darurat bencana. Usai seluruh unit rampung dan dihuni, pemerintah daerah akan melanjutkan tahapan perencanaan pembangunan hunian tetap (Huntap) sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat terdampak.
Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat, pembangunan Huntara di Nagari Koto Tinggi diharapkan dapat menjadi contoh penanganan pascabencana yang terkoordinasi, efektif, serta mengedepankan kepentingan warga.
(FajriHR).















Komentar