Kabarmiliter.id — Konsorsium Eurofighter dan NETMA (NATO Eurofighter and Tornado Management Agency) secara resmi telah menandatangani kontrak pengembangan, pengujian, dan sertifikasi Aerodynamic Modification Kit (AMK) untuk jet tempur Typhoon. Kesepakatan yang ditandatangani pada awal Februari 2026 ini menandai babak baru dalam evolusi pesawat tersebut, memastikan Eurofighter tetap menjadi tulang punggung pertahanan udara Eropa hingga tahun 2060-an.
Melalui paket AMK ini, jet tempur yang pernah diincar Indonesia tersebut, tidak hanya mendapatkan peningkatan performa terbang, tetapi juga fleksibilitas yang jauh lebih besar dalam membawa persenjataan modern yang lebih berat dan kompleks.
Peningkatan utama pada paket AMK ini berfokus pada modifikasi struktur fisik pesawat, termasuk perpanjangan fuselage strakes, serta pemutakhiran pada bagian flaperons dan leading-edge root. Perubahan desain ini dirancang untuk meningkatkan gaya angkat maksimal sayap secara signifikan. Hasilnya adalah peningkatan stabilitas dan manuverabilitas, terutama dalam pertempuran jarak dekat (close-quarters combat) serta kemampuan penguasaan target yang lebih baik. Dengan efisiensi aerodinamika yang lebih tinggi, pilot akan merasakan peningkatan performa terbang yang nyata saat menjalankan misi dengan konfigurasi beban berat.
Salah satu fokus utama dari kontrak ini adalah mempercepat integrasi berbagai persenjataan baru. Dengan struktur aerodinamis yang telah ditingkatkan, Eurofighter akan lebih mudah mendapatkan sertifikasi untuk membawa beban eksternal baru, termasuk rudal anti-radar masa depan yang dirancang khusus untuk misi penekanan dan penghancuran pertahanan udara musuh.***
Sumber : Indomiliter.com
editor : Redaksi















Komentar