Lima Puluh Kota, KABAR MILITERID —11 Agustus 2026 Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD/N) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0306/50 Kota di Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Di tengah medan yang menantang dan cuaca yang berubah-ubah, Satgas TMMD/N bersama masyarakat terus berpacu menyelesaikan pembangunan yang ditujukan untuk membuka akses sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Deru alat berat yang bekerja di tengah kawasan perbukitan menjadi penanda bahwa pembangunan terus bergerak. Pembentukan badan jalan, pengerasan, penurunan elevasi, hingga penyelesaian berbagai infrastruktur dilakukan secara bertahap dengan dukungan personel TNI, Polri, dan masyarakat.
Hingga 11 Agustus 2026, penyiapan badan jalan sepanjang 2.700 meter dengan lebar 7 meter telah mencapai 95 persen, sedangkan pengerasan menggunakan sertu sepanjang 2.550 meter mencapai 30 persen. Penurunan elevasi jalan sepanjang 400 meter telah rampung 100 persen.
Tidak berhenti pada pembukaan akses, Satgas TMMD/N juga telah menyelesaikan tiga titik gorong-gorong, pemasangan batu sepanjang 100 meter, pembangunan tujuh unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pembangunan Tugu TMMD/N, yang seluruhnya telah mencapai 100 persen.
Capaian tersebut menunjukkan progres pembangunan yang semakin mendekati penyelesaian. Setiap tahapan dikerjakan dengan memperhatikan kondisi medan dan kebutuhan masyarakat, sehingga hasil pembangunan diharapkan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Membangun Infrastruktur, Menguatkan Kehidupan Masyarakat, TMMD/N Ke-129 tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Berbagai sasaran tambahan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat juga telah dituntaskan.
Program ketahanan pangan seluas satu hektare dan TNI Manunggal Air Bersih telah mencapai 100 persen. Demikian pula pembagian paket makanan bagi penderita stunting, penanaman pohon, pembersihan lingkungan, pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, dan bazar murah yang seluruhnya telah terlaksana 100 persen.
Pada sektor nonfisik, Satgas TMMD/N bersama berbagai instansi juga telah menyelesaikan rangkaian penyuluhan kepada masyarakat. Materi yang diberikan mencakup kesehatan lingkungan, wawasan kebangsaan dan bela negara, keluarga berencana, kamtibmas, pemadam kebakaran, kebencanaan, ketahanan pangan, keagamaan, komunikasi dan informasi, pencegahan narkoba, ketertiban umum, perikanan, pertanian, hukum, hingga pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Dinas Kesehatan, Kesbangpol, Kodim, BKKBN, Polres, Damkar, BNPB/BPBD, Dinas Ketahanan Pangan, Kementerian Agama, Dinas Kominfo, BNN, Satpol PP, Dinas Perikanan, Distan Horbun, Ajenrem 032/Wbr, Kumrem 032/Wbr, dan Politeknik Pertanian. Kegiatan donor darah juga telah terlaksana dengan capaian 100 persen.
Kebersamaan Menjadi Kekuatan, Sebanyak 121 personel terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, terdiri atas 110 personel TNI, 5 personel Polri, dan 6 orang masyarakat.
Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan menjadi bagian penting dari semangat TMMD/N. Bukan sekadar membantu menyelesaikan pekerjaan, gotong royong juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap setiap hasil pembangunan yang nantinya akan dimanfaatkan bersama.
Kondisi cuaca sempat menjadi tantangan. Pagi hari cerah, siang diguyur hujan, dan sore kembali cerah. Namun perubahan cuaca tersebut tidak menyurutkan semangat personel di lapangan. Seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Selama pelaksanaan kegiatan, tidak terdapat hal menonjol.
Membuka Jalan, Membuka Masa Depan Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD/N Ke-129 menjadi ruang perjumpaan antara pengabdian TNI dan harapan masyarakat. Jalan yang dibangun bukan hanya menghubungkan satu titik dengan titik lainnya, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh akses yang lebih baik terhadap kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial.
Rumah yang dibangun, air bersih yang dihadirkan, lahan pangan yang dikembangkan, hingga pengetahuan yang diberikan melalui berbagai penyuluhan merupakan bagian dari satu tujuan: membangun masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera. 
Semangat itu sejalan dengan peribahasa “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.” Ketika TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat berjalan dalam satu langkah, pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan dan pembangunan dapat bergerak lebih cepat.
Dari Jorong Buluh Kasok, TMMD/N Ke-129 tidak sekadar membangun jalan dan infrastruktur. Program ini sedang membangun jembatan menuju masa depan—menghubungkan pengabdian, kebersamaan, dan harapan masyarakat dalam satu langkah menuju kesejahteraan.
TMMD/N Ke-129 Kodim 0306/50 Kota — dari desa membangun Indonesia, bersama rakyat untuk masa depan yang lebih baik.
(FajriHR).















Komentar