oleh

Viral Surat Terbuka Brigjen TNI untuk Kapolri, Jenderal Bintang Tiga Angkatan Darat Pun Turun Tangan

Chandra W. Sukotjo.

JAKARTA – Baru-baru ini viral surat terbuka yang ditulis oleh Brigjen TNI Junior Tumilaar. Surat terbuka yang viral ini ditujukan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan tembusan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kasad, Jenderal Andika Perkasa.

Brigjen TNI Junior Tumilaar adalah Irdam Merdeka. Dalam surat terbukanya yang ditujukan kepada Kapolri, Brigjen TNI Junior Tumilaar memprotes Polri, karena seorang Babinsa yang bertugas sampai didatangi Anggota Brimob dan dipanggil ke Polres setempat untuk diperiksa.

Padahal, menurut Brigjen Junior, Babinsa tersebut sedang menjalankan tugas menolong warga yang membutuhkan pertolongan. Karena surat itu viral di media sosial, bahkan ramai diberitakan berbagai media, maka jenderal bintang tiga Angkatan Darat ini pun langsung turun tangan.

Jenderal bintang tiga Angkatan Darat yang dimaksud adalah Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat,Letjen TNI Chandra W. Sukotjo. Dalam keterangan tertulisnya, Letjen Chandra mengatakan, Puspomad akan memeriksa Brigjen TNI Junior Tumilaar.

Menurut Letjen Chandra, pemeriksaan terkait dengan viralnya surat terbuka dengan tulisan tangan yang ditujukan kepada Kapolri. Serta beredarnya rekaman video pernyataan yang dibuat oleh Brigjen TNI Junior Tumilaar di media sosial.

“Maka, saya selaku Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) akan melakukan pemeriksaan terhadap Irdam XIII/Merdeka tersebut di Puspomad, Jakarta,” kata Danpuspomad dalam keterangannya diterima Koran Jakarta, Kamis (23/9).

Menurut Danpuspomad, pemeriksaan yang akan dilakukan terhadap Brigjen TNI Junior Tumilaar tersebut, terkait adanya dugaan bahwa hal-hal yang disampaikan mengandung berita yang tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Surat viral Brigjen Yunior sendiri ditulis pada 15 September 2021. Isinya menyinggung soal surat panggilan Polri kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa). Dalam suratnya, jenderal bintang satu Angkatan Darat ini juga mempersoalkan penangkapan seorang warga oleh Polresta Manado yang disebutnya buta huruf.

Tak hanya itu, dalam pengakuannya, Brigjen Junior juga mengatakan, dirinya telah mendatangi Kepolisian Daerah Sulawesi Utara. Masalah itu juga telah dikomunikasikan jalur Forkompimda. Tapi, katanya tidak diindahkan. Dalam surat yang sama, Brigjen Yunior menegaskan, Babinsa itu bagian dari sistem pertahanan negara di darat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed